Antara uang yang membahagiakan dan cinta yang menenangkan tapi tak membuat kenyang. Mana pilihanmu?
Nongkrong di cafe enak gak?Jalan-jalan ke Itali, seneng?Punya villa di Ubud, pengen?Gadget yang selalu uptodate, keren yah?Beli sepatu 5-10 juta merasa bak Victoria Beckham kah?Menenteng tas branded, bangga?
"Menangislah sejadi-jadinya dalam semalam..
Karena esok harus mulai merintis masa depan.."
Tidaklah mungkin bagi manusia untuk hidup tanpa menghadapi masalah dan kesedihan. Dan tidak ada pula manusia yang dilahirkan dalam bentuk “PERFECT”. Sepintar-pintarnya atau setampan-tampannya dia pasti tetap memiliki kecacatan (imperfect).
Kebanyakan orang mengalami stress yang amat sangat begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan bahwa hidup itu bebas dari masalah, Padahal sesungguhnya dengan adanya masalah dan kesedihan, orang-orang dapat bertahan hidup dan menciptakan masa depannya, dan karena ada masalah jugalah seseorang baru dapat menghargai hidupnya. Keinginan bebas dari masalah tentu diinginkan banyak orang, termasuk juga saya dan Anda sekalian :)
Tidak ada yang dapat kita tebak apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Itu seperti Rahasia Masa Depan yang telah diatur oleh yang Maha Kuasa. Manusia hanyalah dapat berusaha sambil diselingi dengan berdoa. God is absolutely good and give thanks to Him all the time.
Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tergeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku. Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang dibutuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga. "Daerah kota pak" seruku pada supir taxi. "Kotanya di mana pak?", dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat.
"Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"
"Baik Pak". Suasana hening.
Seorang pemuda tersesat saat ia melalui sebuah hutan lebat yang dipenuhi semak belukar. Lalu, ia dihadapkan dengan gajah besar yang mulai mengejar dirinya. Dia berlari terus dan akhirnya melihat sebuah sumur tua. Dia kemudian berpikir mungkin sumur tua tersebut adalah tempat yang aman baginya untuk bersembunyi. Dia mengintip kedalam dasar sumur tua tersebut dilihatnya ada seekor ular.
Karena tidak ada pilihan lain, makanya dia memilih bergelantungan sebentar pada akar tumbuhan berjalar sampai gajah itu pergi. Tak disangka ada dua ekor tikus (tikus berwarna putih dan hitam) mulai menggigiti akar tumbuhan berjalar tersebut, dia pun menjadi cemas karena tak ingin sampai jatuh ke dasar sumur dan juga dia belum bisa naik ke atas sumur karena masih ada gajah besar di sana.
Memasuki babak baru di dunia kuliah mungkin menjadi dambaan bagi setiap lulusan SMA dan setingkatnya (like me dulu). Bayangan bahwa masuk jenjang kuliah itu enak, santai, gak usah pakek seragam, belajar juga gak harus ngalor ngidul karena udah ada jurusannya, kerap menghinggapi. Namun ada yang terlewati dengan pemikiran tersebut, kenyataannya adalah ketika sudah masuk ke jenjang ini kita dibebani dengan tanggung jawab yang besar. Ya, amanah berupa kesempatan belajar yang harus dipertanggungjawabkan di masa depan, ya kepada diri sendiri, keluarga, bangsa dan tentunya kepada Allah SWT.
Namun ada yang salah dengan sistem yang ada di lingkungan kuliah, termasuk dengan diri kita. Dari kampung halaman berniat kuliah supaya dapet ilmu untuk modal masa depan. Sampai di tempat kuliah kok malah malas-malasan, kurang semangat atau loyo dengerin kuliah dari dosen. Contoh mahasiswa semacam ini saya amati ketika saya sendiri juga masih kuliah.








